Skip to content


Hubungan antara Manajemen Qolbu dengan Manajemen

Oleh: DR. Dwi Suryanto

Manajemen adalah ‘getting thing through other people.’ Perhatikan kata other people, yang artinya orang lain. Berarti manajemen bisa berjalan jika ada orang lain. Sedangkan manajemen qolbu? Siapa orang lain itu?
Manajemen qolbu dipopulerkan oleh Aa Gym, walau ada buku yang dikarang oleh Ibnu Qayum yang juga berjudul Manajemen Kalbu.
Jika orangnya hanya satu dan itu-itu saja, bisakah dinamakan manajemen? Menurut saya bisa, karena diri kita adalah multiple-selves. Diri kita ini ternyata terdiri dari banyak pribadi.
Contoh, Amir adalah muslim yang taat. Karena taat, pada waktu subuh ia pasti sholat. Saat itu, siapa pun orang yang melihat Amir pasti mengatakan ia seorang muslim yang sholeh. Amir kemudian bekerja di kantor. Sudah menjadi ‘rahasia umum’ kalau di kantor itu sering terjadi korupsi. Di tengah-tengah kerja itu, ia juga ikut korupsi tapi ‘sedikit’. Ia lakukan itu karena ‘orang-orang atas juga lebih gila lho korupsinya…’ Lihat ada self yang lain, yaitu seorang pejabat yang korupsi ‘kecil-kecilan’
Karena Amir seorang pemegang anggaran, dan ia sering membeli barang-barang yang sifatnya proyek, ia sering diajak makan malam oleh supplier. Setelah makan malam, ia diajak melihat ‘live show’ berupa tarian ‘perempuan cantik tapi miskin’, yang bajunya sangat minim dan kadang terlepas. Jelas ia sangat terhibur. Ketika ia ditawari minuman ‘agak’ keras untuk menghangatkan suasana, ia tidak menolaknya. Di sini ada self yang lain, lelaki yang sedang berhibur…
Ia kemudian pulang larut malam, dan segera saja ia mengambil wudhu dan shalat Isya. Saat itu, ia kembali menjadi muslim yang taat.

Facebook Comments

Posted in Tak berkategori.