Skip to content


Sidang pertamaku dan Seporsi spaghetti bolognaise

Senin 15 Juni 2009, adalah hari yang cukup membuat hati ku tidak menentu antara takut dan tidak. Dua hari sebelumnya, aku sedang asyik facebookan tak lama kemudian telpon di meja kerjaku berdering, akupun segera menyambutnya, ” hallo….” dengan nada santun ibu Rizna ( nama samaran ) menyapaku, ” hallo…  ada yang bisa kami bantu” tanyaku dengan nada empuk,  “pak saiful, saya minta bantuan pak saiful untuk jadi saksi saya di pengadilan senin besoq, pak saiful hari senin ada acara gak ?” tanya ibu. sontak aku sangat terkejut bisa – bisanya namaku ada dalam daftar saksi yang bu rizna mau, setelah berusaha menolak untuk kesekian kalinya, ahirnya dengan berat hati aku meng-iya-kan permintaan beliau untuk di jadikan saksi terkait dengan tuduhan dari mantan suaminya sebagai ibu yang acap kali melakukan tindak kekerasan kepada anak bungsunya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD yang ketika itu ada dalam bimbingan les private ku. Ibu Rizna adalah salah satu clien dari Kelas Les Private yang saya lakoni, sudah hampir dua tahun aku di percaya untuk memberikan Les private kepada anak bungsunya, hal inilah yang menjadi alasan kenapa ia memilih aku sebagai salah satu saksinya dari sekian banyak saksi yang sudah di datangkan sebelumnya, untuk memberikan keterangan bahwa, tuduhanya sebagai ibu yang kejam itu tidaklah benar.

Selama dua hari dalam penantian menuju kursi panas meja hijau, aku, tak henti hentinya memohon perlindungan dari Sang Maha Pelindung agar aku terbebas dari kemungkinan buruk yang akan terjadi, ini adalah kali pertama aku berurusan dengan pengadilan.

Senin siang sekitar pukul 13.30 ahirnya sampailah aku di depan Gedung Pengadilan Negeri Jakarta, setelah sebelumnya aku menjalankan tugas dan  kewajibanku di Kampus untuk perkuliahanku hari itu. sesampainya aku di depan pintu gerbang gedung pengalidan segera aku tarik ponselku dari persembunyianya. ” haloo….bu saya sudah di depan gedung pengadilan, ibu dimana ?” tanyaku dengan suara lelah setelah menempuh hampir satu jam perjalan. ” Pak saiful kita ketemuan di cafe dulu ajah sebelum sidang, nanti kamu ketemu dengan lowyer ku dulu untuk pengarahan”  jawab ibu. tak lama akupun sampai di cafe yang ibu maksud. hufff…wau fantastis mewah betuL ni cafe, banyak cewek cewek turis,,wah pasti makananya wenak -  wenak ni.  itulah kesan pertamaku ketika ku dudukan tubuhku di kursi mewah yang empuk, akupun tak menyia – nyiakan kesempatan ini untuk memesan berbagai menu yang di tawarkan,,hmmmm segelas Ice lemon tea yang segeeerr,,dan seporsi spaghetti bolognaise I think its really nice.  Sambil menenuggu hidangan itu siap, aku,iburizna,sang lowyer,dan satu orang saksi dari psikolog langganan ibu  segera mendiskusikan strategi pemenangan kasus itu. setelah hampir 30 menit perbincangan, makanan yang kami pesanpun datang,, hmmmm nyummiiii wah wenak tenanan kelihatanya, akupun tak sabar untuk egera menyantapnya,,tiba – tiba saja ada sesuatu yang aneh saat aku sedang asyik menikmati spaghetti bolognaise yang aku pesan, aku merasakan sesuatu yang aneh ada dalam mulutku dan terjadi perdebatan di hatiku ” hmmm daging kok alot banget, di kunyah gak ancur ancur, daging apa yah, jangan – jangan…ah insyaAllah halal” semakin lama mulutku semakin merasakan keanehan, tersa pait, hmmm apa gerangan sebenarnya,,setelah ku amatai dengan lidahku, aku langsung terkaget dan berhenti mengunyah,,wah wah wah jangan – jangan ini karet gelang, abis pait banget udah gitu lama lama makin pait aja ni mulut, dengan perlahan tanganku menarik selembar tisyu dan aku pura – pura membersihkan mulutku, padahal sambil menyelam minum air – sambil membersihkan mulut mengeluarkan karet dari mulutku, dan ku bungkus rapi dengan tisyu itu. ternyata betuL dugaanku,  makhluk itu adalah karet gelang pantas saja alot dan pait.  “huufff cafe semegah ini kok penyajianya masi ada yang kayak gini” kerutku…, rasa pait itupun segera ku obati dengan sisa Ice lemon Tea yang sudah ku minum lebih awal.

setelah acara perjamuan selesai, kami berempatpun segera menyambangi salah satu Ruang Pengadilan Negeri Jakarta. aku terheran – heran melihat suasana pengadilan yang sarat dengan pergulatan antara yang salah dan benar, antara yang di fitnah dan memfitnah, antara yang baik dan yang buruk, hampir dua jam kami menunggu giliran untuk masuk ruang sidang. Langkahku menapaki ruang pengadilan di sambut oleh Pak Hakim ketua yang badanya tinggi gede, item,kumis tebel, dan agak botak sempat  membuat aku cemas, dudududududududu pertanyaan apa yang akan muncul dari mulutnya, ahirnya kesempatanku untuk memberikan kesaksian datang juga. banyak pertanyaan – pertanyaan yang sedikit agak lupa waktu dan tanggal ketika aku di tanya pak hakim seputar pengajaranku kepada anak bungsu bu Rizna, wah benar – benar menegangkan, tapi di ahir persidangan ada satu pertanyaan yang aneh muncul dari mulut Pak Hakim ketua yang menurutku tidak ada hubunganya dengan kasus yang sedang di persidangkan ” mas saiful sudah nikah ? ” tanya Pak Hakim sambil cengar cengir, ” aku belum nikah pak” jawabku, sontak pertanyaan dan jawaban itu membuat Pak Hakim dan dua pembantunya tertawa geli. ” apa maksudnya yah ” tanyaku dalam hati. ah pak hakim iseng ajah ni pertanyaanya aneh. tapi sudahlah paling tidak pertanyaan itu bisa melepas susana panas dan tegang. Terimakasih Pak Hakim hehehe. – SIDANG BERLANJUT – tok tok tok ( tegas Pak Hakim Ketua )

Facebook Comments

Posted in CERCU ( cerita lucu ).


9 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. 49oe5 says

    Aduh …Enaknya makan karet gelang !
    Cihuyyyy
    Ada banyak manfaat mz iful ikut dalam kejadian seperti itu
    Disitu akan terjadi : kebenaran akan dikalahkan oleh kebathilan yang distrategikan dengan baik

    hehehe…enak – ujungnya pait gara gara karet
    mudah2an aja pak banyak manfaatnya.

  2. novi says

    smg dpt fee! 😀
    Paling tdk ibunya punya anak gadis yg cantik.
    ..atau tetangganya.
    ..atau teman tetangganya..
    ..atau anak tukang parkir pengadilan..
    yang turut kesengsem dgn prjuangan mas iful menegakkan keadilan.
    Smg sukses maz

    Ibu itu mang punya anak gadiz mas baru lulus SMA lagi kul di ostraly,, tapi dia bukan seleraku..lagian mana mau dia ma orang pinggiran kyak aku 😀

  3. How I Make $300 a Day Online says

    Hey, great post, really well written. You should blog more about this.

  4. e2n says

    sphagetinya pait y? aq g mau mkan spageti ah…

  5. irul says

    semoga masalahnya cepat selesai

  6. Bawor says

    Dapat bonus gak??? katanya klo sidang banyak duit mengalir, hehehehee

  7. dloen says

    kenapa pak hakim pake ketokan, bukan teriakan ja yach………..
    hhee……..

  8. How I Make $300 a Day Posting Links Online says

    Cool post, just subscribed.

  9. eka says

    pertanyaan terakhir pak hakim pada mas saiful g penting amat ya..??? hehe…
    met berjuang membela kebenaran dan keadilan yach… ^_^