Skip to content


Cinta Sebelum dan Sesudah Menikah

363603Dunia cinta sebelum menikah atau bisa di sebut dengan cinta saat pacaran masih bersifat tertutup, oleh karena itu banyak hal yang masih dirahasiakan oleh yang bercinta, baik terhadap kekasihnya maupun orang lain. Tidak sedikit imitasi dan kepura – puraan di antara mereka. Sedangkan cinta dalam dunia perkawinan sudah terbuka. Keterbukaan yang di ibaratkan oleh Alqur’an dengan kata afdha, yakni seperti keterbukaan angkasa raya, karena itu tidak ada lagi imitasi, atau rahasia antara suami istri. Satu hal yang harus di perhatikan bahwa meskipun imitasi dan rahasia suami istri tidak ada pasca nikah, akan tetapi di harapkan dari pasangan suami istri harus tetap menjaga dan menghormati privasi masing – masing. Setelah menikah tentunya suami tidak akan malu mengaku “tidak berduit” atau bahkan menangis kesakitan di hadapan istrinya, demikian juga sebaliknya, istri tidak juga malu menampakan yang dirahasiakannya selama ini.

Cinta saat berpacaran mengarah kedalam, karena itu kedua kekasih cenderung egois, mementingkan diri sendiri, masing – masing diliputi oleh keraguan karena rasa takut kehilangan kekasih. keraguan dan rasa takut itu sangat berpotensi melahirkan kecemburuan yang berlebih serta syak wasangka menyangkut kesetiaan. Setelah menikah hal tersebut akan sangat berkurang, bahkan mestinya sirna karena sejak semula telah lahir tekad hidup bersama hingga kaking – kaking dan naning – naning, bahkan hingga ke surga akhirat kelak dan ini melahirkan kesetiaan dan ketentraman.

Di sisi lain, karena keduanya telah menyatu maka sering kali tidak di perlukan untuk menanyai pasangan apa yang di sukai dan tidak disukainya karena masing – masing telah meyelam di lubuk hati dan pikiran pasanganya. Masing – masing telah menggunakan mata kekasihnya untuk memandang, serta akal dan hati untuk menimbang dan merasa.

Cinta sebelum menikah atau ketika berpacaran tidak jarang hanya berbentuk emosi yang meluap – luap tanpa kesadaran, karena itu dia sangat rawan putus. Tetapi tidak demikian setelah menikah, karena perkawinan mestinya didahului oleh pilihan bebas penuh kesadaran dan tanggung jawab untuk membina rumah tangga. Karena itu kegagalan dalam perkawinan menimbulkan keperihan melebihi perihnya putus dalam pacaran.

Saran buat yang sudah punya calon dan sudah mantap hati bahwa “dia” yang terbaik, bersegeralah menikah, Nikah yukz..,, 🙂

Facebook Comments

Posted in Umum.


10 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Novi says

    Sarannya kurang…

    “buat yang sudah menikah…. menikahlah lagi jangan malu-malu.. jangan takut-takut.. ”

    siiip,,, aku punya senjata baru lagi, kapan – kapan komen ini tak forword ke istri mas nov, untuk pemerasan hahahaha

  2. Novi says

    biasanya artikel seperti ini ditulis oleh seorang yang sedang dalam tahapan…
    Dan jika tahapan itu sudah dilalui, seseorang ini tetap akan menulis. tapi judulnya ganti…

    “(ber)Cinta Sebelum dan Sesudah Makan”

    **** ^_^ ***

    Oh iya tar sekalian aku posting jurus jurus bercinta mematikan yang dah mas nov ajarkan

  3. suryo says

    ful, jangan aprove komennya novi, dia memang berbahaya bagi dunia sufi seperti kita. ha..ha…

    Bahayanya bikin geli…ha ha ha ha ( hati2 cak tar gebetan lo di embat ) 😀

  4. 49oe5 says

    Iya Nih….
    memang bagus lah
    Segera Menikah itu…
    Bagi orang-orang yg udah mantap
    dan Memang “Harus” Menikah

    jangan ditunda tunda.
    Sy menyesal kenapa menikah pd umur 28 tahun
    ….
    Harusnya kan menikah usia 23 Tahun

    jadi Lebih Yahudz gitu…

    Mz iful, isac dll haruslah berpikir menuju kesitu..
    jangan sprti sy. udah tua baru nikah.
    slam

  5. Novi says

    @suryo:
    sirik tanda tak mampu….(kawin!)

  6. Novi says

    @49oe5 :
    Saya tidak menyesali usia berapa saya nikah.
    Tapi saya mengutuk diri saya kenapa sudah usia segini istri masih satu.

    tidak sesuai target! (doh)

  7. sawali tuhusetya says

    semoga postingan ini dibaca anak2 muda yang tengah berusaha mencari pasangan hidup, hehehe …

  8. riffrizz says

    wah moga bermanfaat dan dipraktekin, bukan hanya sekedar menjadi tulisan belaka

  9. Muslihun Al-lampani says

    Iya forward aja ke istrinya mas novi itu kommentnya!

  10. Norman says

    sip thanks atas posting nya pung