Skip to content


Pak Tua dan Ibu yang Cerdas

Setelah hampir setengah hari menghabiskan waktu dengan teman teman se-kuliahan di bascamp.  Sayapun menyegerakan diri untuk pulang ke rumah kost teman saya di ciputat. Saya minta tolong seorang teman untuk mengantarkan di Halte Bus Gandaria karna kebetulan hari itu gak bawa motor.

Tak lama berdiri di depan halte, saya langsung duduk di bangku bagian belakang angkot D 01 ( Kebayoran – Ciputat ). Berhadapan tepat dengan saya, seorang lelaki tua berbaju batik dan bersorban terlihat lelah dalam perjalananya menuju satu tempat yang belum saya ketahui dimana dia hendak turun.

Setelah merasa hampir sampai di tujuan, Tepatnya di Kawasan Pasar Jumat, dengan wajah bingung Pak Tua pun bertanya kepada siswi SMA yang kebetulan duduk bersebelahan denganya ” De..Kalo mau ke Pasar Rebo turun disini yah? ” , karna merasa ragu dengan jawabanya Siswa SMA itu langsung melontarkan pertanyaan yang senada kepada saya. ” Iya Pak turun disini” jawab saya.  Tiba – tiba ada bapak – bapak yang usianya lebih muda dari pak tua itu memberikan saran  ” turun di Lampu Merah depan ajah pak, lebih gampang “. Pak tua itupun meneruti apa kata bapak tadi.

Beberapa menit kemudian Angkot D 01 sudah di depan lampu merah, tapi melihat kondisi jalanan yang ramai dan penuh dengan kebut kebutan motor dan mobil, Pak Tua pun bingung harus gimana menyelamatkan diri dari berpuluh puluh motor dan mobil yang melintas kencang. Kami yang di angkot pun ikut kebingungan.

Beruntung ada ibu-ibu berjilbab, duduk di depan pintu keluar angkot kami,  merasa kasian dengan sigap dan cerdas  ibu itupun langsung memanggil pedagang asongan yang kebetulan lewat di sebelah angkot kami sambil menjajakan daganya.

Awalnya Saya pikir ibu itu mau beli rokok sambil meminta tolong pada pedagang itu untuk menyebrangkan pak tua dan dengan suara lantang ibu itu berkata ” bang..bang..bang..rokok bang…sini deh bang ” kata ibu tadi sambil malambaikan tangan. Pedagang asonganpun segera mendekat, akan tetapi ibu tadi hanya  memberikan uang tanpa mengambil rokok sambil berucap ” bang bang tolong temenin bapak ini nyebrang, terus naikan di Bus Jurusan Pasar Rebo, tolong yah bang..kasian…”.

Masih dengan wajah polosnya pak tua pun segera berjalan keluar dari angkot dengan terbata bata sambil berkata “makasih ya pak , bu…maksih yah”.

Yah..meski ini hal kecil tapi ada hikmah yang bisa kita ambil dari sikap ibu tadi kepada pak tua. Semga amal baiknya di balas dengan seribu kebaikan.

Facebook Comments

Posted in KISAH HIKMAH, seba - serbi.

Tagged with , , , , .


10 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Fito As-syafii says

    Hmm.. iya..
    sMoga aMal baek ibu itu di bales dgn kebaikannya…
    oppa..
    sMga tulisan oppa..
    Bisa m’jadikan qta sMua melakukan kebaikan..

  2. novi says

    semoga pak tua itu menjadi bidadara bagi si ibu di sorga

  3. yummy says

    amin…bidadara? mang ada gtu?
    btw,knp g akh jayg nolong y?

  4. Nanda says

    SubhanAllah,… wujud cipratan sifat Tuhan yang ada pada si Ibu, benar ia gunakan. Smoga dibalas atas sikap mulia si Ibu olehNya,..
    **perlu dilestarikan cipratan-cipratan sifat dari Tuhan semacam itu***

  5. Dream House says

    kisah yang menunjukkan bahwa di ibukota pun masih banyak orang-orang yang baik…

  6. 49oe5 says

    Yupz betul ..
    Masih buanyak orang baik di dunia ini…
    termasuk siswa, alumni al hikmah 2
    semuanya orang baek..baek
    NB : smg sya termasuk orang baik.
    Amin

  7. Pradna Satunya says

    Cerdas!

    dan semoga menjadi ladang pahala bagi sang ibu…amiin
    .-= Pradna Satunya´s last blog ..Belajar PHP 01 : Menampilkan Data PHP =-.

  8. Pradna says

    Ternyata dari kemaren2 saya blm komen di sini ya…ck,ck
    .-= Pradna´s last blog ..Obrolan Sore 08 : Dum! =-.

  9. Cara Membuat Blog says

    Kesigapan respon Ibu itu sangat menolong si bapak tua ..

    Cara Membuat Website
    .-= Cara Membuat Blog´s last blog ..Cara Membuat blog sebanyak-banyaknya jika bisa! =-.