Skip to content


Istikharahlah Meski itu Untuk Urusan Tali Sandalmu…

Bagi sebagian besar ummat muslim, memilih jalan istiharah dalam menentukan sebuah pilihan mungkin sudah tidak menjadi alternatif yang cocok lagi, bahkan untuk urusan jodoh-pun terkadang ritual istiharah mereka abaikan, sehingga akan muncul kehawatiran para dukun dan para-normal akan semakin laris manis, apalagi dengan dukungan teknologi yang semakin memudahkan coustemer-nya untuk ber-dukun ria dan ber-para-normal ria melalui ponsel yang semakin lengkap fitur dan fasilitasnya. Namun demikan, hal itu tidak terjadi pada ibu dua orang anak yang sebelumnya sudah pernah saya muat salah satu tulisannya dengan tema ” agar persalinan mudah dan lancar”.

Ini adalah kali kedua penulis memuat tulisan beliau, dan berikut ini adalah kisah yang sangat mencerahkan dari kisah beliau dalam perjuangan mengarungi jalan hidupnya.

“Istikharahlah Meski itu Untuk Urusan Tali Sandalmu…”

Kalimat itulah yang pertama kali memotivasiku untuk melakukan shalat Istikharah. Sebuah kutipan dari kumpulan riwayat tentang Sunnah Nabi saw dalam buku Riyadhus Shalihin. Maklum kala itu aku sedangbersemangat menjalankan amalan-amalan sunah karena sedang giat-giatnya mengikuti ekskul Rohis di sekolah. Tanpa pikir panjang langsung saja kuterapkan hadist tersebut dalam kasusku yang saat itu sedang bingung dalam menentukan pilihan program/jurusan studi di kelas 3 SMA.

Memang kiranya agak berlebihan mengingat itu merupakan pilihan sepele.Teman-temanku saja mungkin gak pernahambil pusing dengan itu semua, karena mereka cenderung hanya mengejar ‘prestise’ dengan saling berebut untuk menjadi siswa kelas 3 IPA, adapula beberapa teman yang rela didikte ortu mereka dengan segudang argumen masa depan cemerlang yang bakal diraih kelak dengan masuk kelas IPA atau bahkan kebanyakan teman-temanku pasti akan memilih jurusan sambil komat/it “tang ting tung yg kena beruntung” dengan jari menunjuk kancing baju seragam Putih Abu-abunya. Tapi diriku malah menghabiskan 1 tahun masa belajarku di kelas 2 SMA dengan rutinitas shalat Istikharah setiap malamnya tanpa putus…Subhanallah!

Tak pernah terbayang sebelumnya ternyata demikian sulitnya pengalaman pertama Istikharahku kala itu. Sebabkurasakan selama hati ini bimbang, otak masih penuh dengan pikiran, jiwa masih takut akan kegagalan, cemoohan, atau malu dengan pilihan-pilihan hidup yang tak bergengsi misalnya, maka kemantapan hati pun tak kunjung datang. Berkali-kali aku bermimpi menjadi anak IPA namun itu tak kuanggap sebagai jawaban karena mungkin aku masih terobsesi masuk IPA. Wajarlah karena nilai-nilai akademikku selama sekolah juga pantas menempatkanku di kelas IPA karena selama belajar nilai Raport-ku masih berwarna ‘hitam’ dan kebetulan selalu menopangku untukberada di rangking 5 besar sejak SD-SMA. Tentulah wajarpula jika arogansi itu masih sangatlah alamiah muncul begitu saja dan bahkan cenderung mendominasi dalam benakku kala itu. Namun ntah mengapa semua itu aku abaikan, sampai tiba masanya Jawaban Istikharahku mulai terjawab sudah. Sepekan jelang pembagian Raport kelas 2 SMA, aku begitu cemas dan benar-benar ingin masuk kelas IPS sampai akhirnya dengan berani kutemui guru BP sebelum menghadap wali kelasku sendiri karena aku ingin meminta langsung kepada beliau agar bisa dimasukkan ke dalam kelas/program IPS. Mereka pun akhirnya sepakat menerima argumenku saat itu dan kisah pun berakhir dengan sebuahtulisan di buku Raport-ku yang menyatakan bahwa aku masuk jurusan IPS.

Adapun hikmah-hikmah dalam kisah perjalanan daripengalaman shalat Istikharahku adalah sejak saat itu aku selalu ingin ber-Istikharah dengan Rabb-ku untuk semua pilihan-pilihan hidupku selanjutnya. Entah itu untuk urusan Kuliah, nafkah maupun soal nikah. Belum lagi lantaran motivasi dari banyaknya ‘bonus’ yang kudapatkan dari kesuksesan Istikharah-ku yang hanya berawal dari coba-coba tersebut. Ya, tak terduga pada angkatanku itulah kali pertama terbentuk kelas IPS unggulan di sekolahku yang berisikan siswa-siswa dengan prestasi akademik dan non akademik memenuhi kuota kelas 48 siswa. Mereka adalah siswa dengan rangking 7 besar dari setiap kelas 2 atau siswa-siswa unggul lainnya dengan piala-piala kejuaraan non akademik yang pernah mereka raih selama menjadi siswa SMA 71. Tak hanya itu aku tetap masuk nominator JuaraKelas sehingga membawaku pada predikat akhir saat acara Wisuda SMA sebagai Peringkat II Siswa Berprestasi Program IPS dan kelulusan sebagai perwakilan sekolahku yang terpilih menjadi Mahasiswa PMDK di Fakultas Hukum UNSOED Purwokerto 3 hari jelang EBTANAS, bertemu sekaligus menjemput jodohku dari tempat yang cukup jauh di belahan Timur pulau Jawa sebab dia Alumnus ITS Surabaya, mendapat kemudahan saat hamil pertama meskipun dengansituasi yang rumit lagi sulit karena kala itu aku sedang dalam proses merampungkan studiku di Kota Mendoan tersebut. Namun dengan berbekal tema Skripsi dari link seniorku di SMA dulu akhirnya semua rampung tepat pada waktunyadan kemudian malah memberiku pengalaman bekerja di sebuah perusahaan Asuransi Syariah pertama di Indonesia saat hamil anak keduaku…

Fiuh!!! Sebuah perjalanan PANJANG nan RUMIT yang tentu lebih besar urusannya dari sekedar urusan TALI SANDAL dan kupikir memang seharusnya demikian untuk meraih segala hajat hidup kita, apalagi berkaitan dengan hal-ha yang sifatnyal ‘ghaib’ seperti ini hanya dapat diselesaikan dengansalat Istikharah agar kita kelak dapat ‘bersahabat’ dengan takdir Allah SWT apapun itu.

Waallahu ‘alam bi Shawwab….

Facebook Comments

Posted in KAJIAN ISLAMI, KISAH HIKMAH, seba - serbi, Umum.

Tagged with , , , , .


16 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. pepe dipati says

    smoga cerita tersebut cerita yang benar2 nyata,tanpa sedikit melebih2kan. . . .
    tapi istikaroh emang benar2 jalan untuk memilih jalan yang terbaik selain “katahati”

    • misslav says

      Salam kenal…
      Kebetulan lg singgah di Blog ini. Setelah me-reviw ulang dan menuliskan kembali jejak perjalanan tersebut. Saya jg mendadak merasa itu spt hal yg utopis lho?!. Namun b’hubung daya ingat saya cukup stabil dtambah lagi ada rekaman kisah per kejadian di bbrp Jild Diary saya. Sedikit lega kalo itu memang bnr2 nyata terjadi he3

  2. Novi says

    berarti gw ini hasil istikarah ^_^
    .-= Novi´s last blog ..The Heroes and The Bonex =-.

    • misslav says

      Machaa Chiiiee…Tanya saja pd rumput yg bergoyang?! Mmm semoga aja gak bikin tambah narsis ya??:p

  3. dhara says

    sendalnya cantik bangetz…..hehe…seindah tuisan blogna

  4. marsudiyanto says

    Mari kita beristikharah, tapi untuk situasi yg tepat…
    [jangan di obral]

  5. sawali tuhusetya says

    subhanallah, dengan istiharah, segala kebimbangan dan keraguan akan mendapatkan jalan yang terang karena Allah Maha Pemberi Petunjuk.
    .-= sawali tuhusetya´s last blog ..Pentas Seni dan Malam Tahun Baru 1431 Hijrah =-.

  6. arifudin says

    Tuhan adalah petunjuk dari segala keruwetan masalah kita 😉
    .-= arifudin´s last blog ..Kumpulan SMS ucapan selamat tahun baru =-.

  7. alief says

    segala sesuatu pasti memiliki pemecahanmasalah. dan sebaik baik pemecah masalah adalah Allah Yang Maha Kuasa

  8. ajengkol says

    Begitu indahnya kekuatan Istiqarah yah hehehe
    .-= ajengkol´s last blog ..Indahnya Kebersamaan =-.

  9. azzahra Poetri says

    apa bener ya istikharah itu harus 7 hari berturut2???

  10. Bisnis Di Internet says

    Sudah seharusnya kita menghadapNya untuk segala pilihan atau jika ada yang membuat hati bimbang, karena Dia-lah yang Maha Tahu.

    Cari Uang Di Internet

  11. ciwir says

    dengan istiharah akan mendapatkan petunjuk yang tepat

  12. 4rever says

    Kalo dengan istriharoh belum ada jawaban2 nya gimana?

  13. Blogger Terpanas says

    ketika saya masih di kelas 2 sma, saya sudah di beritahu oleh ALLAH dengan jodoh saya juga karena saya beristikharah. ALLAHU AKBAR

  14. joresan freedom says

    Allah maha mengetahui mas…amin amin ya rabb

    lanjutkan mas….
    .-= joresan freedom´s last blog ..tetap semangat…. =-.