Skip to content


Ibadah Kok Pamrih?

Beberapa bulan yang lalu, ketika sedang berdiskusi tentang keutamaan sedekah dengan salah satu teman di kantor tempat saya bekerja, waktu itu kebetulan teman saya sedang mengalami kesulitan ekonomi alias lagi paceklik, lalu saya coba sampaikan kalimat ini: \”kamu kalau pengen cepet kaya sedekah yang banyak, entar bisa dapet duit lebih banyak deh. Kalo kata Ustadz Yusuf Mansyur  Sedekah itu ada ilmu matematikanya looh, missal : ‘1-1 = 10\’ intinya apaila kita bersedekah Rp1 kita akan dibalas oleh Allah minimal Rp10”.  Sontak, pernyataan saya langsung disambar;

\”Ngak boleh berpikir seperti itu, ibadah kok minta imbalan, pake hitung hitungan segala itu pamrih namanya, terserah sama Allah saja mau ngasih ke kita imbalan apa, terus ngapain juga sedekah kalo ujung-ujungnya dunia!”

Saya juga yakin anda akan setuju dengan saya kalau saya katakan bahwa justru paham seperti itulah yang selama ini berkembang di masyarakat kita! benar ?

Sudah sudah, dari pada dahi berkerenyit pusyang mikirin kalimat itu lebih baik lanjut baca saja tulisan ini hehe.

Baiklah para pembaca yang budiman, sebentar lagi akan saya kasih tau jawabannya hehehe. Sejenak mari kita pahami penggalan firman Allah yang artinya : \”Allah tempat meminta”. Ketika sholat pada saat posisi duduk diantara dua sujud bukankah kita minta kepada-Nya?. Allah yang mengajarkan kita adanya pahala dan dosa, surga dan neraka, benar?. Allah juga Yang MENJANJIKAN balasan khusus kepada siapa yang bersedekah dengan balasan 2 kali lipat, 10 kali lipat atau 700 kali lipat!. Kalau tidak boleh meminta balasan, terus buat apa Allah meyampaikan kepada kita?. Ustdz Yusuf  Mansyur menegaskan, \”Meminta kepada Allah itu adalah ibadah. Meminta adalah doa. Silahkan saja beribadah tanpa berharap. Tapi kalau berharap, maka dapat dua pahala, pahala ibadah dan pahala berharap.”

Artinya, kita memang diperintahkan umtuk pamrih,berharap, dan meminta kepada-Nya. Sekali lagi saya katakan WAJIB hukumnya. Lagi pula, kalau kita tidak boleh meminta kepada Allah, terus mau minta ke siapa lagi? Dukun? Halah, haram hukumnya you know … ! Lebih bahaya lagi kalau kita ahirnya digolongkan orang orang yang sombong. Nah Loh, kok bisa? Lah iya donk …kalo kita tidak meminta dan berharap kepada-Nya berarti kita percaya 100% dengan kekuatan kita sendiri tanpa adanya campur tangan Tuhan. Benar begitu? Sudahlah manggut saja, gitu ajah kok repot…hehehe.

Bukankah Nabi berpesan : \”Belilah kesulitanmu dengan sedekah” sahabat Ali bin Abi Tholib pun berkata : \”Pancinglah Rezekimu dengan Sedekah”.

Saran saya, bagi anda yang masih berpikiran bahwa ibadah tidak boleh pamrih, meminta imbalan atau balasan, segeralah mohon ampun hehehe… J.

Salam Saif

Penulis adalah Motivator sekaligus Pendiri Arisan Sedekah Sabilillah (AR-RISALAH).

Bagi anda yang mau berinvestasi di Jalan Allah, silahkan  bergabung di Group Facebook: AR-RISALAH (Arisan Sedekah Sabilillah). Or visit @ http://www.facebook.com/akhiesaif

 

 

–>

Facebook Comments

Posted in KAJIAN ISLAMI.

Tagged with , , , .


3 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Lail Moslemgirl says

    terkesan memaksa agar mendapar imbalan akh…
    hmmm…. *thinking*

  2. cahndableg says

    bismillah …
    mantap mas bro isinya ..

    tapi yang jadi ironi sekarang adalah ketika manusia sering memperkosa tuhan, sampai-sampai memutilasiNYA … hehehehe,hatur tenkyuuu … wassalam

  3. B.Kurniawan says

    setuju……….